• 19

    Mar

    TERIAK : BLOG INI SUDAH PINDAH

    KAWAN-KAWAN SEPERJUANGAN, ATAS NAMA BANGSA INDONESIA, GENDO MENYATAKAN PERPINDAHAN BLOG INI KE ALAMAT BLOG BARU DENGAN NAMA : http://www.gendovara.com HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN PEMINDAHAN DILAKSANAKAN SECARA SEKSAMA OLEH TIM BALI WEB DESIGN DAN BLOG MENDIAMI RUMAH BARU MELALUI PERUSAHAAN HOSTING INDONESIA BERNAMA BALI ORANGE COMMUNICATIONS. SAMPAI JUMPA DISANA TERIMA KASIH. GENDOVARA
  • 3

    Oct

    TERIAK 2

    kami bukanlah sisa-sisa sejarah. biarlah mereka pergi dengan segala pilihannya. tapi biarkan kami tetap dengan segala keyakinan yang kami pegang. karena kami harus membangun sejarah baru dan meretas keangkuhan ego para borjuasi
  • 3

    Oct

    TERIAK

    Kami memang demonstran yang anti ORDE BARU dengan segala bentuknya. dan Bila kami harus mati jangan kuburkan kami di Taman Makan Pahlawan!
  • 20

    Sep

    LIMBAH INDUSTRI DAN LIMPAHAN AIR MATA MANUSIA*

    Oleh: I Wayan Gendo Suardana** Sekapur Sirih Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi suatu penyakit kronis yang dirasa sangat sulit untuk dipulihkan. Selama 20 tahun terakhir Pembangunan ekonomi Indonesia mengarah kepada industrialisasi. Tidak kurang terdapat 30.000 industri yang beroperasi di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Peningkatan jumlah ini menimbulkan dampak ikutan dari industrialisasi ini yaitu terjadinya peningkatan pencemaran yang dihasilkan dari proses produksi industri. Pencemaran air, udara, tanah dan pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan persoalan yang harus dihadapi oleh komunitas-komunitas yang tinggal di sekitar kawasan industri. Gejala umum pencemaran lingkungan
  • 12

    Sep

    INDONESIA, NEGARA DEMOKRASI HATI

    Penulis : I Wayan “Gendo” Suardana ….Turunkan harga secepatnya, berikan kami pekerjaan Pasti kuangkat engkau, menjadi manusia setengah dewa Tegakan hukum setegak-teganya, adil dan tegas tak pandang bulu Pasti kuangkat engkau, menjadi manusia setengah dewa….. Iwan Fals, Manusia Dewa Wacana Demokrasi dan Hak Asasi Manusia semakin marak akhir-akhir ini. Dalam pergaulan Internasional dua hal inilah yang secara tidak langsung menjadi parameter dari layak dan tidaknya sebuah negara diterima dalam pergaulan internasional. Dapat diartikan bahwa konsepsi Demokrasi dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia adalah standar yang saat ini menjadi keniscayaan bagi setiap negara dalam menjalankan tatanan pemerintahannya. Demokrasi secara harfiah berasal dari bahasa Yunani yakni : demo
  • 11

    Sep

    PERADILAN SESAT DAN IRONI KONDISI HUKUM INDONESIA

    I Wayan Gendo Suardana Praktik peradilan sesat di Indonesia bukanlah barang baru di Indonesia. Hal ini kerap kali terjadi di dalam dunia peradilan di negara yang mengaku sebagai negara hukum (rechtstaat). Banyak orang yang tidak bersalah selanjutnya atas nama ketidakprofesionalan aparat penegak hukum, maka orang-orang tersebut ditangkap, ditahan, divonis selanjutnya mendekam di penjara. Beberapa kasus yang pernah terjadi misalnya: Sengkon dan Karta yang harus mendekam di penjara, masing-masing selama 7 tahun dan 12 tahun penjara karena divonis melakukan kejahatan pembunuhan, lalu sepasang suami istri di Gorontalo yang dipaksa mendekam dipenjara karena divonis melakukan pembunuhan terhadap putri mereka, namun belakangan ternyata putri mereka masih hidup. Demikianpula terjadi pada Budi H
  • 28

    Jun

    Surat dari Che Guevara, untuk Kawan-kawan Muda

    Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat panjang, sangat sulit. Sulit, tetapi jelas tidak berarti mustahil, bahwa suatu kemenangan revolusi di suatu negara hanya akan terjadi di negara itu saja. (Che Guevara) Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. Melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. Kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. Kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. Buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan. Keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan
  • 22

    Jun

    EKSPRESI YANG TERAMPAS NEGARA

    Proses transisi menuju demokrasi di Indonesia, belum juga menampilkan sosoknya yang jelas. Bahkan mulai muncul kekhawatiran dan pertanyaan apakah transisi di Indonesia memang sedang bergerak menuju sebuah Negara yang demokratis atau bakal kembali ke system pemerintah otoriter. Kejatuhan Soeharto oleh gerakan Reformasi, yang kemudian diharapkan sebagai awal perubahan total bagi terbentuknya negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis ternyata makin jauh saja dari kenyataan.Sebagai sebuah negara modern yang berbentuk republik, Indonesia harus memahami jati diri tersebut. Konsep Negara Republik adalah selaras dan tidak bisa dilepaskan sama sekali dengan konsep demokrasi. Intinya adalah kedaulatan rakyat dimana rakyatlah sebagai pemegang kedaulatan tertinggi atas negara ini, sehingga tidak
  • 11

    Jun

    Gerakan Mahasiswa dalam Manuver Borjuasi Nasional

    Melenyapkan kejahatan adalah awal dari kebajikan, dan menyingkirkan kebodohan adalah awal dari kebijaksanaan. (Gerard M Hopkins) Mencermati perjalanan reformasi seiring dengan proses transformasi kepemimpinan nasional, ada beberapa hal yang patut disimak. Berbagai hal kegiatan yang berbau politik muncul dipermukaan, dari yang serius bahkan sampai yang bersifat dagelan muncul tanpa ada rem cakram pencegahnya alias blong. Perubahan dan guliran konstelasi politik sedemikian cepat meninggalkan stasiun per stasiun, di mulai sidang umum dengan terpilihnya presiden baru Gus Dur sampai kemudian mengalami eskalasi kepada terselenggaranya Sidang tahunan MPR. Reformasi total yang dulu digembar-gemborkan oleh mahasiswa dan bahkan telah sempat untuk membangunkan kesadaran rakyat pada kesadaran riil k
  • 11

    Jun

    Kesaksian Korban Pasal Lese Majeste

    Kesaksian Korban Pasal Lese Majeste Penulis : I Wayan “Gendo” Suardana Ini merupakan sedikit dari pengalaman hidup yang telah saya lalui sebagai suatu pedoman saya untuk melangkah ke depan. Lahir di sebuah desa di Ubud, tepatnya di Banjar Padangtegal Kelod - Gianyar 30 tahun silam, dengan nama I Wayan Suardana sering dipanggil Gendo. Saya dibesarkan oleh Ibu semenjak ditinggal Bapak pada usia dua tahun, seorang ibu yang cuma tamatan kelas tiga SD dan pedagang kelontong di pasar desa. Seorang perempuan dengan status janda yang didera penyakit menahun, tapi mampu mengantarkan saya hingga jenjang mahasiswa. Semangat untuk survive itu membuat saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa beliau sebagai sumber inspirasi. Sosok idola yang kemudian meninggalkan saya untuk selama-lamanya pad
- Next

Author

Follow Me